Terungkap, Satu Laskar FPI yang Ditembak Mati Ternyata Orang Minang, Berasal dari Solok



Ikatan Keluarga Minang (IKM) turut mengecam penembakan mati enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat polisi pada Senin, 7 Desember 2020.

IKM turut berduka atas kematian 6 anggota Laskar FPI tersebut, di mana salah satunya merupakan anggota IKM. Dia adalah Muhammad Suci Khadafi Poetra (21 tahun) yang berasal dari suku Simabu, Nagari Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. 

"Tragedi penembakan terhadap putra Minang Allahyarham Muhammad Suci Khadafi Poetra menjadi duka bagi IKM. Semoga diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT, husnul khotimah, insya Allah syahid," demikian pernyataan resmi IKM pada Kamis (10/12/2020).

Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi falsafah Minang, yaitu Adat Basandi Syara', Syara Basandi Kitabullah, IKM mengutuk peristiwa penembakan terhadap 6 anggota FPI tersebut serta mengecam penggunaan senjata dan kekuasaan yang dinilai sewenang-wenang oleh aparat penegak hukum.

Agar tragedi kemanusiaan ini tak menjadi fitnah terhadap kelompok atau golongan tertentu, IKM mendesak agar Presiden RI segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang melibatkan Komnas HAM, elemen masyarakat sipil, serta organisasi-organisasi lain yang kompeten, untuk menyelidiki serta menginvestigasi peristiwa kekejaman ini secara terbuka, transparan, dan tuntas.

"IKM meminta kepada Presiden RI melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, serta melakukan pemeriksaan terhadap personil Kepolisian Republik Indonesia yang terlibat dalam penembakan 6 warga sipil pada tanggal 7 Desember 2020 untuk memulihkan kepercayaan publik kepada Polri dan Pemerintah," kata IKM, yang ditandatangani oleh Fadli Zon selaku Ketua Umum IKM.

IKM juga mengimbau warga Minang di manapun untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan ketertiban.

Polri Buka Hotline 

Badan Reserse Kriminal Polri menyiapkan nomor khusus untuk pelaporan (hotline) bagi masyarakat yang mempunyai informasi terkait kasus tembak mati pengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12) dini hari.

"'Hotline' yang kami siapkan dengan nomor 081284298228," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Polda Metro Jaya, Kamis.

Listyo mengimbau agar masyarakat yang mempunyai informasi seputar kasus tersebut tidak segan untuk menghubungi nomor itu karena penyidik Polri juga terbuka terhadap segala informasi dan masukan masyarakat.

"Kami juga memberikan ruang kepada masyarakat yang akan memberikan informasi dalam bentuk informasi langsung yang bisa diberikan kepada penyidik di Bareskrim Polri," ujar Listyo.

Sebelumnya, polisi mengklaim terpaksa menembak mati 6 anggota Laskar FPI karena mereka menyerang lebih dulu.

"Terhadap kelompok MRS yang melakukan penyerangan kepada anggota dilakukan tindakan tegas dan meninggal dunia sebanyak enam orang," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Senin.

Fadil menjelaskan kejadian itu terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM50.

Kejadian berawal saat petugas menyelidiki informasi soal pengerahan massa saat dilakukan pemeriksaan terhadap Rizieq di Mapolda Metro Jaya.

"Ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga adalah pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam," katanya.

Fadil mengatakan ada 10 orang yang melakukan penyerangan, namun setelah enam rekannya ambruk, empat orang melarikan diri.

Sumber : Indozone

Iklan Atas Artikel





Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel