Satu Keluarga Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ibu Korban Sempat Bermimpi Anaknya Tenggelam



Kecelakaan maut di Tol Cipali menewaskan 10 orang, termasuk satu keluarga asal Pekalongan, Jawa Tengah.

Satu keluarga itu terdiri dari suami, istri dan anaknya yang masih berusia 4 tahun.

Mereka adalah Vina Mutiara (25), Maulana (31) dan Muara Adelia Putri (4).

Ketiganya tinggal di Jakarta dan hendak ke rumah orangtuanya di Pekalongan.

Tujuan ketiganya ke Pekalongan yakni untuk menghadiri tahlilan 1 tahun kepergian ayahnya.

Di mana pada tahun lalu sang ayah juga meninggal dunia dalam kecelakaan tragis.

Kemudian tepat 1 tahun setelahnya, sang anak, menantu dan cucunya menyusul.

Ibunda Vina Mutiara, Sulis Wahyuni (45) menceritakan kejadian mistis di sesaat sebelum kecelakaan itu terjadi.

Ia tak menduga kalau hal itu jadi pertanda kepergian anak, cucu dan menantunya.

Tepat pukul 02.30 WIB, ia seolah dibangungkan oleh seseorang dengan suara mirip anaknya, Vina Mutiara.

Kejadian itu hanya selang setengah jam sebelum kecelakaan yang menewaskan keluarganya.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunJateng.com Selasa (1/12/2020), atu keluarga tersebut meninggal dalam kecelakaan maut di KM 78 jalur A Tol Cipali, pada Senin (30/11/2020) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kabar duka ini pun mengagetkan sanak keluarga maupun tetangga Vina, di RT 4 RW 2 Desa Kalimade, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Ibunda Vina, Sulis Wahyuni mengatakan, ia terakhir berkomunikasi dengan anaknya pada hari Minggu malam (29/11/2020).

"Anak, mantu, dan cucu saya itu pulang ke Pekalongan dalam rangka akan mengikuti acara satu tahun meninggalnya ayahnya," kata dia.

Kecelakaan beruntun maut terjadi di Tol Cipali KM 78 jalur A 9, Senin (30/11/2020).

"Saya terakhir berkomunikasi melalui video call dengan anak saya pada Minggu malam, sekitar pukul 19.00 WIB," imbuh Sulis.

"Saat itu, anak saya bersama suami yang bernama Maulana (31) dan Muara Adelia Putri (4) cucu saya masih berada di rumahnya yang berada di Jakarta dan belum berangkat ke Pekalongan," kata Sulis kepada Tribunjateng.com.

Kemudian sekira pukul 23.30 WIB, Vina memberikan informasi bahwa sudah perjalanan pulang ke Pekalongan.

"Saat telepon, travel yang ditumpangi mereka masih menjemput penumpang yang lain," katanya.

Sebelum mendapatkan informasi kabar mereka mengalami kecelakaan, Sulis menceritakan dirinya mengalami hal mistis.

Pada Senin malam sekitar pukul 02.30 WIB, ia terbangun dari tidurnya karena kaget seperti ada yang membangunkan tidurnya.

"Setengah 3 malam, saya terbangun dari tidur.

Rasanya kaget karena seperti ada yang membangunkan.

Suaranya mirip Vina (anaknya)," kata Sulis.

Lalu dia bangun dan menengok ke halaman rumah, karena mengira anaknya sudah tiba.

"Ternyata, anak bersama cucu belum datang.

Saat itu, saya tidak terpikirkan apa-apa dan kembali beristirahat," tuturnya.

Pada pagi harinya, ia mendapatkan informasi dari perangkat desa bahwa anak, mantu, dan cucunya mengalami kecelakaan di tol Cipali.

"Saya kaget dan syok menerima informasi itu, seakan tidak percaya kalau anaknya meninggal dunia akibat kecelakaan di tol Cipali," tambahnya.

Jenazah Tiba di Rumah

Suasana haru menyelimuti rumah korban kecelakaan tol Cipali, yang berada di Desa Kalimade, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Pantauan Tribunjateng.com, isak tangis keluarga pecah, saat dua ambulans bernomor polisi T 9975 T dan T 9989 T yang membawa tiga jenazah satu keluarga tiba di rumah.

Mobil ambulans tiba di rumah duka sekitar pukul 21.30 WIB.

Kedatangan jenazah langsung disambut oleh keluarga, saudara, dan masyarakat desa setempat.

Sukendro (38) paman korban mengatakan, ketiga korban kecelakaan di Tol Cipali yang baru datang di rumah duka itu merupakan satu keluarga.

"Ketiga korban tersebut bernama Vina Mutiara (25), Maulana (31) dan Muara Adelia Putri (4)," kata Sukendro kepada Tribunjateng.com, Senin (30/11/2020).

Sukendro mengungkapkan, keponakannya pulang ke Pekalongan karena malam ini ada pembacaan tahlil dan yasin 1 tahun kematian ayahnya.

"Dalam perjalanan terjadi kecelakaan dan menyebabkan keponakannya meninggal dunia," ungkapnya.

Ia menceritakan, sebelum adanya musibah ini ibunya Vina bermimpi, kalau anaknya (Vina) tenggelam dan ibunya hendak menolong namun tidak bisa.

"Lalu malam sebelum terjadi kecelakaan, ibunya terbangun dari tidurnya karena kaget seperti ada yang membangunkan tidurnya. Rasanya kaget karena seperti ada yang membangunkan. Suaranya mirip Vina (anaknya)."

"Setelah menengok ke halaman rumah, karena mengira anaknya sudah tiba. Ternyata, anak bersama cucu belum datang," ujarnya.

Bahkan, keponakannya yang bernama Vina sempat apabila tiba di Pekalongan ingin dimasakan semur jengkol, pindang, dan megono.

"Vina bilang ke ibunya, pengen dimasakan semur jengkol, pindang, dan megono karena kangen masakan itu."

"Keponakannya terakhir pulang ke Pekalongan 40 hari yang lalu," imbuhnya.

Sukendro menambahkan, ketiga jenazah rencananya akan dimakamkan pada hari Selasa (1/12/2020) pagi di tempat pemakaman umum desa setempat sekitar pukul 09.00 WIB.

Iklan Atas Artikel





Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel