Polisi Sebut Laskar FPI Pegang Senjata Api, Rizieq Shihab: Fitnah Besar! Bohong Besar!



Rizieq Shihab akhirnya angkat bicara soal penembakan mati enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang mengawalnya menuju acara pengajian subuh pada Senin dinihari (7/12/2020) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Rizieq membeberkan semua kronologi yang ia alami, mulai dari pemepetan dan penembakan.

"Saya memberikan kesaksian sebagai salah satu saksi korban, bahwa isi keterangan pers itu benar. Kedua, bahwa pada saat kejadian, tidak ada satupun di antara kami, baik saya dan keluarga maupun seluruh laskar pengawal, yang memepet, menggangu. Justru yang melakukannya adalah dari pihak kepolisian," katanya.

Rizieq juga menyebut bahwa pelaku penembakan adalah "orang-orang jahat yang ingin mencelakakan kami. Bukan satu-dua-tiga mobil. Banyak sekali mobil yang silih berganti, untuk maju ke depan untuk bisa sampai ke mobil kami."

"Dengan gagah luar biasa, para syuhadah laskar kita, mereka mengendalikan situasi dan kondisi sehingga arah penjahat tadi tidak ada satupun yang mencapai rombongan," sambungnya.
Rizieq menegaskan bahwa apa yang disampaikan polisi terkait laskar FPI punya senjata, merupakan fitnah besar.

"Bahwa pengawal kami dipersenjatai adalah fitnah besar! Bohong besar! Tidak ada satu pun pengawal kami yang dipersenjatai karena kami tidak pernah mengira akan diperlakukan seperti itu," katanya, lantang.

Rizieq pun memuji keberanian dan kesetiaan para laskarnya yang tewas saat mengawal dirinya.

"Para laskar ini adalah mengawal. Tugas mereka mengawal, bukan untuk mengganggu siapapun. Ketika ada mobil ada yang menyalip, mereka lakukan tugas dengan baik. Mereka laskar yang luar biasa. Mereka laskar yang setia," katanya.

Lebih lanjut, RIzieq menganggap bahwa pengakuan polisi yang mengatakan 6 laskar FPI ditembak mati di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 adalah bukti kuasa Tuhan.

"Kami tidak akan pernah tahu kalau yang membantai mereka adalah pihak kepolisian. Kami tidak pernah suudzon. Kami tidak pernah menuduh. Bahkan dalam keterangan pers kami cantumkan orang tidak dikenal (OTK). Karena kami tidak berani menuduh siapapun tanpa saksi, tanpa bukti, itu ajaran sesat. Gak boleh menuduh siapapun tanpa bukti. Allah buka mulut mereka, Saudara. Gak bisa mereka sembunyikan. Allahu akbar!" teriak Rizieq, lalu disambut takbir.

Rizieq juga menegaskan bahwa akan ada saatnya mereka melakukan jihad fisabilillah.

"Kalau mereka tidak pernah mengaku, sampai kapanpun kami tidak akan pernah tahu. Tapi Allah Maha Tahu. Hanya hitungan jam, saudara, Allah buka mulut mereka. Kami tidak akan biarkan mereka tidur tenang. (Disambut takbir!) Ada saat kita akan melakukan jihad fiisabilillah," kata Rizieq menambahkan.

Polda Metro Jaya mengklaim punya barang bukti dan menyebut bahwa pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) menggunakan senjata api dan menyerang polisi.

"Statement Munarman FPI tidak pernah membawa senjata api, bukti kepemilikan senjata sudah jelas bahwa si pelaku ini memiliki senjata itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi Indozone, Selasa (8/12/2020).

Yusri tidak membeberkan secara jelas prihal bukti-bukti itu. Sebab, dia menyebut pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti lain terkait kepemilikan senjata api tersebut.

"Buktinya ada, masih didalami semua, masih dilakukan penyelidikan. Pada saatnya akan kita sampaikan," ungkap Yusri.

Yusri menyebut bahwa senjata yang dipakai oleh laskar FPI adalah senjata rakitan.

"Rakitan," katanya.

Sumber : Indozone

Iklan Atas Artikel





Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel