Nikita Mirzani Sebut 'Takbir' Usai Maaher At-Thuwailibi Ditangkap Karena Kasus ITE



Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata ditangkap oleh tim dari Bareskrim Polri, Kamis subuh (3/12/2020). Kabar itu pun dibenarkan oleh kuasa hukum dari Maaher.

"Iya, ditangkap di kediamannya sekitar jam 04.00 WIB tadi pagi," kata Djudju Djumantara saat dihubungi wartawan, Kamis (3/12/2020).

Sebelum ditangkap tim dari Bareskrim Polri, Maaher At-Thuwailibi sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial.

Merespons penangkapan Maaher, Nikita Mirzani, yang sempat berseteru dengan Maaher beberapa waktu lalu, langsung berkomentar lewat Instagram-nya. Ia mendukung polisi menegakkan hukum terhadap Maaher.



 Nikita bilang, dirinya sendiri juga akan melaporkan Maaher. Dengan menulis kata 'takbir' di bagian akhir kalimat, Nikita menyebut bahwa ia juga akan melaporkan dugaan pelanggaran lain kepada polisi.

"Itu baru orang lain yang ngelaporin elo langsung Di tangkep. gw diam bukan berarti gw tolol. Belum gw tuh laporin elo. Tunggu giliran gw yang laporin elo biar busuk loe di penjara. By the way Pak polisi kalau kurang pasal nya nanti saya tambahin. Bravo POLISI INDONESIA. TAKBIR," kata Nikita menambahkan.



Dilansir Antara, Maaher At-Thuwailibi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial Twitter.

Soni ditangkap di kediamannya di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis pukul 04.00 WIB pagi.

"Tersangka ditangkap karena yang bersangkutan melakukan dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Kamis.

Dalam penangkapan Maaher, penyidik menyita sejumlah barang bukti yakni tiga ponsel pintar, satu tablet merek Samsung, sebuah KTP atas nama Soni Eranata.

Tersangka ditangkap untuk menindaklanjuti adanya laporan polisi bernomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim tertanggal 27 November 2020.

Irjen Argo menjelaskan usai ditangkap, tersangka Soni langsung dibawa ke Kantor Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Juga akan dilakukan pemeriksaan digital forensik terhadap barang bukti yang telah diamankan," ujar Argo.

Dalam kasus-nya, tersangka Soni diduga melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/ atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Iklan Atas Artikel





Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel