Kini Giliran Emak-emak Siap Ditahan Gantikan Habib Rizieq Usai Massa Berpeci Serbu Polres



Setelah massa berpeci dan bersarung menyerbu kantor Polres Ciamis yang ingin menggantikan Habib Rizieq Shihab (HRS) yang ditahan polisi, kini giliran emak-emak yang menyatakan hal yang sama.

"Kami emak-emak siap untuk menggantikan Imam Besar Habibana Rizieq Shihab," kata suara seorang wanita.
"Bagaimana emak-emak, siap?" tanya yang kemudian dijawab siap oleh ibu-ibu lainnya.

Wanita itu kemudian mengungkapkan kalau mereka berkumpul saat berlangsung hajatan menyambut HRS di Petamburan, Jakarta Pusat mereka melakukannya dengan sukarela tanpa undangan dari pihak manapun.

"Karena ketika ada perkumpulan di Petamburan maupun di penjemputan, itu sama sekali kami tidak diundang, melainkan atas kehendak kami sendiri," katanya.

Dia menyebutkan kalau pihaknya datang menggungakan ongkos sendiri dan tidak ada pihak yang menyuruh mereka datang ke lokasi hajatan.

Mereka menegaskan kalau kedatangan di lokasi hajatan atas kehendak sendiri sehingga mereka siap menggantikan Rizieq untuk ditahan oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya heboh, massa geruduk Polres Ciamis. Meski diguyur hujan, mereka terlihat tetap bersemangat saat menyambangi kantor polisi. Sebagian dari mereka terlihat mengenakan sorban dan jubah.

Ketika sudah berkumpul di halaman polres, massa disambut sejumlah polisi. Mereka berorasi dengan tertib menggunakan pengeras suara. Mereka menyampaikan aspirasi dengan suara lantang.

Sementara itu Polri menegaskan kalau negara tidak boleh ragu apalagi takut menyusul pelanggaran protokol kesehatan terkait insiden penyerangan yang terhadi di Polres Ciamis, Minggu (13/12/2020).

Mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri itu menambahkan, tindakan pembiaran atas perbuatan melanggar hukum bisa menurunkan wibawa negara yang muaranya mengancam keutuhan NKRI.

“Negara tidak boleh ragu apalagi takut,” ujar Komjen Pol Agus Andrianto.

Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto pun meminta kepada seluruh kapolda untuk mengantisipasi hal tersebut.

Atas adanya gerakan massa itu, sejumlah aksi protes terhadap kepolisian terjadi menyusul Habib Rizieq Shihab (HRS) ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya.

Dia juga mengungkapkan kalau sudah ada contoh beberapa kapolda dimutasi karena terjadi kerumunan yang mengabaikan protokol kesehatan.

"Arahan Bapak Kapolri sudah jelas dan tentu saja para kapolda akan melaksanakan petunjuk dan arahan Bapak Kapolri,” kata Agus Andrianto.

Jenderal bintang tiga itu menyoroti kerumunan yang terjadi di Polres Ciamis, hal tersebut dilakukan massa pendukung Rizieq yang meminta agar imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu dibebaskan.

“Menyampaikan pendapat dilakukan harus mematuhi protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 di Indonesia sudah melampaui angka 6.000 yang terkonfirmasi positif per hari, yang meninggal sudah di atas 100 orang dalam beberapa hari berturut-turut,” lanjut mantan Kapolda Sumatera Utara itu.

Dia pun meminta para kapolda seluruh wilayah untuk lebih berani dalam mengambil tindakan, terlebih dalam kegiatan yang jelas-jelas melanggar hukum.

Iklan Atas Artikel





Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel