Fakta Pasangan Tunangan Tewas Bersama dalam Tabrakan Maut di Perbaungan, Motornya Hancur



Kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai, pada hari Minggu (13/12/2020), menyisakan kepedihan yang amat mendalam bagi keluarga korban tewas yang ditinggalkan.

Seperti diketahui, kecelakaan tersebut merenggut nyawa Suharianto dan Irma Yunita, sepasang kekasih yang sudah bertunangan dan akan menikah pada 31 Januari 2021 mendatang.

"Buat adek ku Irma Sujoyo.. Riyan Sujoyo.mgkin allah lebih syank sma kalian..mgkin kalian emang sudah berjodoh di surga sana," tulis kakak almarhum, Haikal Ariyanti di Facebook.

Suharianto meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Irma meninggal dunia saat ditangani oleh petugas medis di RSU Melati Perbaungan.

Dalam kecelakaan itu, sepeda motor jenis Yamaha Vixion bernomor plat BK 2299 WQ yang dikendarai oleh Suharianto dan kekasihnya, hancur.

Suharianto sendiri merupakan warga Desa Bandar Jawa, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun; sedangkan Irman tinggal di Desa Sei Sijenggi, Perbaungan. Belum lama ini, Suharianto bersama keluarganya sudah mengantar lamaran ke rumah Irma.

"maafi kmi ya syank kakak...kami syank sma adek..tpi allah lebih synk sma kalian ...itu pelaminan kalian...smoga disurga sana kalian bsa dduk breng..wujudkan cita2 kalian y syank....doa kakk..surga dtmpt kalian...aminn ya allah," sambung Ariyanti.

Sering Jalan-Jalan

Berdasarkan penelusuran Indozone, Irma dan Suharianto diketahui sering jalan-jalan bersama ke tempat-tempat wisata alam.

Foto-foto kebersamaan mereka banyak mereka bagikan di Facebook. Salah satunya saat mereka bertamasya ke Danau Toba. Mereka tampak sangat mesra dalam foto-foto yang mereka bagikan.

Kronologi

Berdasarkan informasi yang terhimpun, kecelakaan tersebut melibatkan bus Bilah Pane dengan nomor plat BL 7359 AL, pikap L300 bernomor plat BK 8034 MM, dan Honda CB150R BK 4463 XAN, selain sepeda motor yang dikendarai Suharianto.

Awalnya, bus Bilah Pane, yang melaju dari arah Kota Tebingtinggi menuju arah Kota Medan, menabrak mobil pikap yang mengangkut perabotan dari belakang. Akibatnya, pikap tersebut terguling ke samping kiri jalan.

Usai menabrak pikap, bus berwarna hijau itu tetap melaju dan menabrak dua sepeda motor yang jenisnya sudah disebutkan tadi.

Selain menewaskan Irma dan Suharianto, bus itu juga mencelakakan pengendara motor Honda CB150R BK 4463 XAN, yakni Buang (54 tahun), serta Fegita (23 tahun), anak Buang, yang duduk di boncengan. 

Buang dan Fegita adalah warga Desa Jadi Mulio, Kecamatan Pegajahan, Serdangbedagai. Mereka kini dirawat di RSU Melati, di mana kondisi Buang masih kritis.

Iklan Atas Artikel





Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel