Dokter ini Mengadzani Bayi Pasiennya Karena Sang Ayah Bayi Positif Covid 19



Mengadzani bayi baru lahir merupakan di luar tugas seorang dokter kandungan.

Ya, terlepas dari tugasnya, maka proses mengumandangkan azan di telinga bayi Muslim sudah menjadi tanggungjawab ayah kandungnya atau tidak anggota keluarga lain seperti paman atau kakek.

Namun di sini, dr Sandy Prasetyo, SpOG, mendapat tugas ini, permintaan dari pasiennya. Alasannya sendiri sangat memilukan.

Seperti yang diceritakan dr Sandy di postingannya di Instagram, ayah dari sang bayi terpapar Covid-19 dan sedang dirawat di rumah sakit.

“Sampailah saat persalinan akan tiba, pasien dan suami di swab untuk persiapan persalinan, hasilnya suami positif sehingga harus dirawat di RS,” cerita dia.

Dalam ajaran Islam, mengazani bayi baru lahir merupakan sunnah. Hal ini bertujuan agar kelak anak tumbuh menjadi sosok yang selalu ingat dan taat menyembah Allah SWT.

Dan hal ini ternyata tidak hanya sekali dialami dr Sandy. Dia juga mendapat amanah untuk mengadzankan bayi dari pasien lain.

Bahkan alasan orangtua sang bayi memberikan amanah tersebut lebih memilukan dan menyayat hati.

Bagaimana tidak, ayah sang bayi bukan lagi mengalami sakit, namun pergi untuk selama-lamanya alias meninggal dunia.

Padahal, menurut dr Sandy, ayah sang bayi begitu menantikan kehadiran buah hatinya usai tragedi keguguran.

“Pasien ini pertama kali ketemu saya tiga tahun yang lalu bersama suaminya, saat itu dalam kondisi keguguran. Setelah itu terus berjuang selama dua tahun untuk mendapatkan kehamilan, sampai akhirnya sembilan bulan yang lalu pasien dan suami datang ke saya.”

“Saya nggak akan lupa wajah bahagia dan bagaimana antusiasnya sang Suami di hari itu, waktu untuk pertama kalinya dia liat detak jantung calon anaknya. Setelah itu lanjutlah kontrol rutin tiap bulan, nggak pernah lewat jadwal, selalu tepat waktu. Saya kenal bange sama pasangan ini karena tahu perjalanan dan perjuangan untuk dapat kehamilannya ini,” kisah dr Sandy. Demikian melansir today.line.me.

Iklan Atas Artikel





Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel