Fakta-fakta Keluarga Mampu Ogah Mundur Demi Bansos, Punya 2 Mobil dan Rela Dipasang Stiker



Baru-baru ini, Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mendapati adanya keluarga mampu yang menolak mundur dari daftar penerima bantuan sosial (Bansos).

Padahal, mereka memiliki rumah permanen yang layak serta dua unit mobil. Satu di antara mobil itu digunakan untuk usaha, sedangkan yang lainnya dipakai sehari-hari.

Berikut fakta-fakta keluarga mampu ogah mundur dari daftar penerima Bansos.

Rela Dipasangi Stiker Miskin

Sepatutnya, bantuan sosial (Bansos) hanya diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu secara ekonomi.

Namun nyatanya, tak sedikit dari oknum yang mampu secara finansial tapi tetap mengharap kan Bansos.

Seperti yang ditemukam Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Mereka mendapati adanya keluarga mampu tetapi tetap ingin menerima Bansos dari pemerintah.

Bahkan, mereka juga rela rumahnya ditempel stiker keluarga kurang mampu demi mendapat Bansos tersebut.

“Kita memasang stiker sebagai penanda di rumah keluarga penerima manfaat bantuan sosial agar bantuan tepat sasaran, tetapi ada keluarga mampu justru bersedia rumahnya dipasang asal tetap dapat bansos,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko Saroni dilansir dari ANTARA, Minggu (8/11/2020).

Punya 2 Mobil dan Rumah Permanen

Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko sejak beberapa hari ini memasang stiker sebagai penanda di 1.000 rumah keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) yang tersebar di dua kecamatan di daerah ini.

Stiker itu tertulis rumah tangga miskin/prasejahtera, penerima bantuan sosial 1. PKH 2.BPNT merusak menghapus tulisan ini berarti keluar dari penerima bantuan sosial.

Namun salah satu keluarga yang mampu di daerah ini yang justru bersedia rumahnya dipasang tanda asal tetap dapat Bansos. Padahal kondisi rumah tersebut terbilang sangat layak. Tak hanya itu, mereka juga mempunyai dua unit mobil. Yang satu digunakan untuk usaha, sedangkan satu lagi untuk kendaraan sehari-hari.

Ogah Mundur

Saroni mengatakan, pendamping PKH di daerah ini telah melakukan pendekatan agar keluarga ini mengundurkan diri, tetapi keluarga ini tidak bersedia dan mempersilahkan pendamping memasang stiker di rumahnya.

Selanjutnya pihaknya akan melibatkan babinsa TNII dan bhabinkamtibmas Polri di wilayah ini untuk mendatangi rumah keluarga tersebut dan berharap yang bersangkutan ini membuat surat pernyataan yang isinya bahwa dia tidak layak lagi menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Dinas Sosial setempat memasang stiker penanda di rumah keluarga warga yang menerima manfaat bantuan sosial sebagai upaya mencegah penyaluran bantuan tersebut tidak tepat sasaran.

Ditargetkan pemasangan stiker penanda di rumah penerima manfaat bantuan sosial ini berlanjut hingga 2021 agar semua rumah penerima bantuan terpasang stiker tersebut, demikian Saroni.

Iklan Atas Artikel





Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel