Cemburu Kerap Bandingkan dengan Mantan, Suami Tega Bunuh Istri yang Lagi Hamil 5 Bulan



Suami tega membunuh istrinya saat hamil 5 bulan di Desa Terban, Kecamatan Warungasem, Batang, Jawa Tengah.

Pelaku bernama Akhmad Suryo Putra Nugroho (29) tega menganiaya Siti Anisah (24) istrinya sendiri hingga tewas.

Usut punya usut ternyata pelaku murka, istrinya kerap membandingkan dirinya dengan mantan pacarnya.

“Kita melakukan penyelidikan, polisi menemukan bukti kalau korban bukan bunuh diri tapi dibunuh suaminya," kata Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Senka saat konferensi pers, Rabu (11/11/2020).
Edwin membantah kalau korban tewas jatuh di kamar mandi, tapi akibat kekerasan fisik yang dialaminya.

Awalnya pasangan itu bertengkar karena pelaku cemburu yang membandingkan dirinya dengan mantan pacar istri. Pelaku kemudian menuding janin yang dikandung sang istri bukan darah dagingnya.

Saat itu pelaku terbawa emosi hingga menampar pipi korban dan membekap mulutnya dengan tangan.

Setelah itu korban sempat dibuat pingsan karena pelaku memukul leher bagian belakang korban.

Tidak hanya itu, suami mencoba untuk menghilangkan jejak pembunuhannya dengan menyebut kalau istrinya tewas over dosis akibat minum vitamin janin dan jatuh di kamar mandi.

Semua bukti penganiayaan tersebut mengarah kepada suaminya sendri yang telah melakukan kerasan dalam rumah tangga.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan tanda-tanda adanya pembunuhan, polisi lalu memeriksa sejumlah saksi.

Hanya dalam tempo 6 jam, polisi berhasil mengungkap pembunuhan sadis itu. Pelaku yang tak lain merupakan suami sendiri pun kemudian ditangkap.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Ketika korban pingsan, kemarahan Akhmad makin menjadi.

Dia membopong istrinya ke kamar mandi. Kepala korban dimasukan ke dalam ember yang terisi penuh air selama 5 menit hingga tewas.

Untuk menghilangkan jejak perbuatan kejinya, tersangka meracik cairan yang minuman kaleng dicampur obat vitamin.

Cairan itu kemudian dimasukan ke dalam mulut dan hidung Siti agar seolah-olah korban tewas karena bunuh diri.

Namun petugas lebih jeli dan menemukan bukti-bukti lain bahwa Siti tewas akibat dibunuh oleh suaminya.

Apalagi hasil autopsi yang menunjukkan sejumlah luka memar akibat hantaman benda tumpul di kepala korban. Sang suami tak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya.

Kepada polisi dia mengatakan motif pembunuhan terhadap istrinya cemburu. Sejak awal menikah, korban selalu membandingkan mantan pacarnya dengan Akhmad.

Sejumlah barang bukti kemudian diamankan seperti ember, gayung, 12 butir kapsul etabion, celana pendek, buku kesehatan ibu dan anak, dan satu lembar kartu periksa kesehatan.

Tersangka pun terjerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun dan pasal 44 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Iklan Atas Artikel





Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel