Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Viral Kuburan Digenangi Cairan Merah seperti Darah, Imam Masjid Ungkap Tabiat Almarhum semasa Hidup



Viral di media sosial video yang menunjukkan kuburan digenangi dengan cairan merah di atasnya.

Rupanya kejadian tersebut terjadi di Makam Islam di Masjid Al Irfan, Derga, Malaysia.

Dilansir Tribunnews.com melalui Harian Metro pada Selasa (22/9/2020), Imam Masjid Al Irfan bernama Abdul Hadi Awang menjelaskan, makam tersebut rupanya miliki seseorang yang dikenal baik oleh warga sekitar.

Abdul mengatakan, orang itu belum lama meninggal pada sekitar tiga minggu lalu.

Dia meninggal pada usia sekitar 70 tahun.

"Almarhum adalah orang yang baik dan baru saja dimakamkan kira-kira tiga minggu lalu, dan meninggal dunia pada usia 70-an akibat sakit tua," kata Abdul.

Abdul menjelaskan, selama ini pria 70 tahun tersebut juga sering memberikan amal kepada Masjid Al Irfan.

"Sepanjang hayatnya, almarhum banyak melakukan amal jariah dan kebajikan di masjid ini," ujar dia.

Terkait adanya genangan di kuburan pria itu hingga viral, Abdul merasa kecewa.

Akibatnya sejumlah jemaah masjid kini melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Laporan dibuat pada Sabtu (19/9/2020) malam, selepas video itu gempar di media sosial

“Sudah diinformasikan bahwa jemaah masjid sudah melapor ke polisi,” kata jemaah masjid, Alias Ishak (40).

Alias berharap agar kisah viral makam yang disebut masyarakat berdarah ini tak menyebar lagi.

Ia tidak ingin menjadi fitnah dan aib bagi almarhum dan para ahli waris.

Sedangkan endapan merah itu kini juga sudah ditimbun para jemaah masjid.

Sementara itu, pejabat agama Kabupaten Kota Setar, Ahmad Faisol Omar menjelaskan pihaknya masih menunggu pemeriksaan polisi.

Sehingga dia enggan berkomentar lebih lanjut terkait masalah tersebut.

Ahmad Faisol tak ingin menyinggung perasaan keluarga almarhum.

“Sebagai seorang petugas agama distrik, saya menyarankan untuk tidak mengirimkan video viral itu."

"Untuk menjaga kepekaan dan perasaan anggota keluarga korban," kata Ahmad.

Menurut Ahmad, perlu adanya penyilidikan forensik terkait masalah ini.

"Pihak saya belum bisa memastikan hal ini dan keputusan sebenarnya membutuhkan hasil penyelidikan forensik," ujar dia,

Ahmad yang sempat mengecek ke lapangan menegaskan tak akan ikut campur lebih jauh.

"Kami serahkan ke polisi karena kasus ini sedang dalam penyidikan aparat," ujarnya.

Sedangkan Kepala Polisi Distrik Kota Setar, Nor Azman Mohd Noor menagatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami belum mendapat informasi yang jelas, investigasi sedang dilakukan,” ujarnya singkat.

Sementara itu, dalam video yang beredar terlihat cairan merah pekat menggenangi kuburan yang masih baru ini.