Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Sosok Pasutri Muda yang Bunuh Anak Kembar di Jakarta, Menikah di Usia 15 Tahun


Identitas pasangan suami istri muda yang tega membunuh anak kembarnya dan menguburnya tanpa mengafani, kini telah terungkap. Si suami bernama Imam Safie, lahir di Jakarta 16 Juni 1993; sedangkan istrinya bernama Lia Handayani, lahir Jakarta pada 29 April 1994.

Adapun seorang bocah kembar yang mereka bunuh bernama Keysya Safiyah, lahir di Jakarta tanggal 29 Agustus 2012.

Diketahui, Imam dan Lia menikah pada tahun 2011, atau ketika usia Lia masih 15 tahun dan imam masih 16 tahun. Lia kemudian melahirkan anak perempuan kembar saat usianya masih 16 tahun, 29 Agustus 2012.

Diduga karena himpitan ekonomi, Imam dan Lia tega menghabisi nyawa salah satu putri kembar mereka yang berusia 8 tahun.

Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui kalau ternyata bocah itu tewas setelah dipukul oleh ibunya, Lia Handayani, dengan gagang sapu ijuk berulang kali dan didorong ke lantai.

Setelah korban meninggal, Lia meminta bantuan suaminya, Imam, untuk menghilangkan jejak.

Lantas, jasad bocah malang itu mereka bawa dengan sepeda motor dari kontrakan mereka di Jakarta sampai ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Kendeng, Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, pada 26 Agustus lalu.

Menempuh jarak bermil-mil jauhnya dari Jakarta, pasangan muda itu berboncengan empat; Imam, Lia, anak kembar mereka yang masih hidup, dan jasad anak kembar mereka yang sudah mulai kaku. Mereka membawa jasad anak mereka itu jauh-jauh dengan alasan makam nenek si bocah juga ada di situ.

Sesampainya di TPU Gunung Kendeng, Imam dan Lia sempat bingung memikirkan bagaimana menguburkan anak mereka. Lantas, tanpa memikirkan akibatnya, Imam meminjam cangkul milik salah seorang warga setempat, bernama Halimi.

Dengan cangkul itulah dia menggali kuburan anaknya. Diliputi rasa takut akan ketahuan, Imam dan Lia menguburkan anaknya itu tanpa memandikan dan mengkafaninya secara layak. Jasad anak itu mereka kubur dalam balutan pakaian yang terakhir dipakainya.

Berselang hampir dua pekan, Imam dan Lia akhirnya ditangkap. Perbuatan mereka mula-mula terendus oleh warga yang kepadanya mereka meminjam cangkul.

Kini pasangan suami istri muda itu mendekam di balik jeruji besi tahanan Polres Lebak.