Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kenakan Toga di Makam Kedua Orangtuanya, Perjuangan Adilla, Anak Yatim Piatu Wujudkan Mimpinya


Fotonya wanita mengenakan toga yang duduk di antara dua makam ini menjadi viral usai dibagikan di akun twitter @shewasokay pada 11 Oktober lalu.

Postingan wanita bertoga ini langsung diretweet 33.746 kali dan disukai 27.022 akun lainnya.

"Orangtua meninggal dunia, menutup matanya. Dulu anakmu dianggap gila, sekarang (ternyata) mampu bertahan.

Terima kasih Mama, Ayah", tulisnya.

Postingannya membuat banyak warganet penasaran, kisah dibalik foto mengenakan toga di antara dua makam

Nama wanita ini adalah Adilla. Fotonya menceritakan kisahnya yang telah ditinggal kedua orangtuanya.

Foto dua makam yang tersebar viral tersebut, adalah makam ayah dan ibu kandungnya.

Ia mendatangi makam tersebut, ketika akhirnya bisa lulus menjadi sarjana.

Meski awalnya diakuinya banyak yang mengatakannya gila, Adilla bisa bertahan tanpa kedua orangtua di sisinya.

Hallo semuanya, Assalamualaikum, ya di foto itu memang Mama dan Ayah saya yang meninggal beberapa tahun lalu", cuitnya usai postingan fotonya menjadi viral.

Dalam postingan yang menjadi viral, wanita asal Malaysia ini mengaku memiliki kakak tiri, anak dari pernikahan ibunya dengan suami pertama.

Namun kakaknya malah menaruhnya di rumah yatim piatu, hingga akhirnya ia bertahan hidup seorang diri.

Dilansir harian metro, Adilla sering mengunjungi makam ayah dan ibunya ketika merasa sedih ataupun ketika bahagia.

Biasanya, ia akan berbicara seakan berbicara dengan ayah ibunya ketika masih ada.

"Setiap kali saya sedih dan bahagia, saya akan ke kuburan mama dan ayah di Port Dickson.

Banyak yang menyangka saya gila, berbicara sendiri di kuburan".

"Itulah cara saya meluapkan perasaan", katanya.

Adilla mengatakan hidup sebatang kara sejak 11 tahun lalu.

Ibunya, Salamah Maidin meninggal dunia karena kecelakaan ketika berusia 4 tahun.

"Saat itu mama dan ayah mengendarai sepeda motor, mama terlempar di belakang ada truk, saya tak bisa melupakan kejadian tersebut".

Sementara ayahnya jatuh di wc ketika ia berusia 10 tahun, tak lama kemudian meninggal dunia.

Usai kedua orangtuanya meninggal, saudaranya mengantarkannya ke rumah yatim piatu di Ampangan, Negeri Sembilan.

"Dari umur 10 tahun sampai 17 tahun saya di rumah anak yatim, kemudian melanjutkan ke Universitas Teknologi Mara (UTM) di Lendu, Melaka".

Ia mengaku menjalani hidup dari uang yang tersisa peninggalan orangtuanya.

Untuk membiayai kuliahnya, Adilla mengaku mengambil cuti semester untuk bisa bekerja sambilan.

"Apapun saya kerjakan, melukis murah, mengecat rumah orang. Apapun yang penting halal, tak menyusahkan orang lain".

Tak setiap hari ia memiliki uang, ketika tak ada uang, ia mengaku hanya membeli susu kedelai yang diminumnya ketika sahur dan berbuka.

Namun mimpinya terus berjalan, usai mendapatkan gelar diploma, ia melanjutkan ke sekolah tinggi seni.

Karena mimpinya, untuk membuka galeri lukisan.

"Hasil karya galeri nantinya disumbangkan untuk anak yatim yang senasib dengan saya," ucapnya.