Jangan Disepelekan, Inilah 3 Bahaya yang Mengintai Anak yang Belum di Aqiqahi


Ketika bayi sudah berumur tujuh hari, disunahkan bagi kedua orangtuanya untuk menyembelihkan kambing...

Ternyata sunnah tersebut bukan tanpa sebab, seperti inilah ngerinya bahaya yang mengintai anak yang belum di akikahi oleh orang tuanya menurut para Ulama.

Bikin merinding!!!

Hukum aqiqah adalah sunah muakkadah, bukan wajib. Namun demikian, jangan sampai kita sepelekan.

Ketika bayi sudah berumur tujuh hari, disunahkan bagi kedua orangtuanya untuk menyembelihkan kambing. Untuk anak laki-laki dua kambing, dan anak perempuan cukup satu kambing. Ibadah ini dikenal dengan istilah akikah.

Dalil yang menguatkan bahwa hukum aqiqah adalah sunah muakkadah adalah hadis berikut,

مَنْ وُلِدَ لَهُ وَلَدٌ فَأَحَبَّ أَنْ يَنْسُكَ عَنْهُ فَلْيَنْسُكْ ، عَنْ الْغُلامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ ، وَعَنْ الْجَارِيَةِ

“Siapa yang dikaruniai seorang anak, dan dia berkeinginan menyembelih untuknya, maka sembelihlah untuk anak lelaki dua kambing yang sepadan dan untuk anak wanita satu kambing.” (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Abi Dawud).

Ada kata-kata “berkeinginan menyembelih…” menunjukkan aqiqah bukan suatu keharusan, namun suatu yang dianjurkan.

Diantara tujuannya Aqiqah adalah, untuk membebaskan anak dari status tergadaikan.

Dijelaskan dalam sebuah hadis shahih, dari sahabat Samurah bin Jundub radliallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ وَيُسَمَّى

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih pada hari ketujuh, dicukur gundul rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Ahmad 20722, at-Turmudzi 1605, dan dinilai shahih oleh al-Albani).

Ketika kita membaca hadis di atas, tentu muncul pertanyaan dalam benak ini, apa gerangan makna anak tergadaikan sampai dia diaqiqahi?

Mari kita simak penjelasan para ulama berikut ini:

Pertama, jika anak itu meninggal sebelum baligh, ia tidak bisa memberikan syafa’at untuk kedua orangtuanya, sampai dia diaqiqahi.

Dilansi dari hamalatulquran.com, karena diantara bentuk syafaat adalah, syafaat seorang anak yang meninggal di usia balita, kepada kedua orangtuanya supaya mereka dapat masuk surga.

Seorang Tabi’in yang bernama Abu Hassan radhiyallahu ’anhu, menceritakan obrolannya dengan sahabat Abu Hurairah, “Saya pernah mengabarkan kepada Abu Hurairah, bahwa dua anakku meninggal dunia.

Berkenankah anda menyampaikan hadis dari Rasulullah shallallahu alaihi wassalam yang dapat menyenangkan hati kami, berkaitan dengan anak kami yang meninggal?”

Iklan Atas Artikel





Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel