Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Heboh Ibu-Ibu Gunting Bendera Merah Putih, Ada Fakta Mengejutkan Dibalik Kejadian Tersebut


Jagat media sosial dihebohkan oleh video yang memperlihatkan seorang wanita sedang menggunting kain berwarna merah putih menjadi potongan-potongan pendek.

Berbagai tafsir dimunculkan untuk menyertai video tersebut sehingga membuatnya menjadi viral. Di antara sekian banyak caption yang tertulis di akun-akun media sosial yang membagikan video tersebut, yang paling menyedot perhatian adalah adanya tafsir yang menyatakan seolah wanita itu sedang melecehkan bendera merah putih.

Salah satunya seperti yang dibagikan oleh politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean.




Dari penelusuran Indozone.id, wanita itu diduga tidak bermaksud melecehkan bendera merah putih seperti pada keterangan-keterangan yang tertulis pada video yang ramai dibagikan.

Akun @polsekmagelangselatan, misalnya, menjelaskan kalau wanita itu memotong kain merah putih itu atas saran guru les privat anaknya yang autis.  Anak autisnya diduga tidak bisa melepaskan diri dari kain merah putih itu, sehingga agar si anak melupakannya, kain merah putih itu disarankan agar digunting ramai-ramai di hadapan si anak.

"adalah DYH (orang tua) dari A als Kaka Umur 5 tahun (mengidap Autis) awalnya konsultasi ke kepada Y (guru les) kurang lebih 2 Minggu yang lalu, mengatakan bahwa anaknya tidak bisa lepas dari Bendera Merah Putih dari semua kegiatan bahkan sampai tidur pun harus membawa/mendekap Bendera merah atas saran Y agar berdera merah putih tersebut di potong rame - rame didepan A als Kaka agar bisa melupakan bendera tersebut. Maka terjadilah aksi pemotongan seperti video #viral tersebut," tulis akun @polsekmagelangselatan.

Kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh Sat Reskrim Polres Sumedang.

"Kaya gini harusnya ga usah dvideo, biar ga viral. Klo viral orang2 jd brasumsi bahwa ibu2 tsb melecehkan bendera merah putih," komentar seorang netizen.

"kalau buat nyembuhimn anak.a ...kenapa mesti divideoin...dan disebarkan," kata yang lain.

"kalau emang anak tersebut autis kan bisa berobat gak harus merusak bendera Indonesia," komentar yang lain pula.