Gak Nyangka, Hotman Paris Hampir Bunnuh Diri Minum Cairan Pembasmi Nyamuk!


Hotman Paris memang dikenal sebagai salah satu pengacara yang sukses berkarir di Indonesia. Hotman bahkan jadi pengacara yang memiliki kekayaan berlimpah dengan aset dimana-mana.


Namun siapa sangka Hotman ternyata pernah mengalami masa-masa sulit. Ia mengaku pernah sempat hampir bunuh diri karena terpuruk. Hal itu diceritakan Hotman dalam sebuah tayangan di kanal Youtube.

Hotman cerita bahwa pengalaman itu terjadi saat bekerja di Bank Indonesia. Ia mengaku tak menikmati pekerjaan di bank karena merasa lulusan hukum.
"Saya pernah mau bunuh diri waktu saya dari kantor pengacara internasional Adnan Buyung oleh Profesor Subekti waktu itu yang menulis KUHAP Perdata, saya diminta masuk ke bank Indonesia tanpa testing dan saya masuk. Gubernur Bank Indonesia yang sekarang adalah teman seangkatan sama saya, tapi pada saat itu saya melihat saya tidak punya masa depan di sana, enggak bisa kaya pak di sana," kata Hotman.




Pengacara berdarah Batak itu merasa stres dan ingin bunuh diri karena tak mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Hotman sempat ingin meminum cairan pembasmi nyamuk untuk mengakhiri hdiupnya.

"Saya sarjana hukum disuruh belajar hitung dagang, neraca, memang namanya bank kan. Di situlah saya menjadi pesimis karena terus-terusan stres hari demi hari akhirnya hampir waktu itu minum baygon," cerita Hotman.


Namun ketika ingin mencoba bunuh diri, ada hal yang membuat Hotman mengurungkan niatnya itu. Hotman mengaku heran karena tukang becak bisa tertawa bahagia sedangkan dirinya yang kerja di bank malah ingin bunuh diri.

"Tapi saat mau minum baygon tiba-tiba saya mendengar tukang becak di depan rumah yang sedang bermain gaple bisa ketawa-ketawa. Di situlah saya sadar tukang becak bisa ketawa-ketawa sedangkan saya pegawai Bank Indonesia, sarjana hukum mau bunuh diri," kenang Hotman.

Dari situ Hotman kemudian sadar dan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Ia kemudian memutuskan untuk beralih ke pekerjaan yang diinginkan dan membangun kesuksesan.

Iklan Atas Artikel





Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2



Iklan Bawah Artikel