Kambing 7 Tahun Dipelihara Tapi Tak Juga Besar, Keluarga Ini Temukan Harta Rp 9 M Saat Memotongnya


Mereka mengaku domba ini telah dipeliharanya selama 7 tahun, tetapi tidak tumbuh membesar.

Segera, mereka kemudian menyembelihanya, namun saat mereka membedah tubuhnya malah temukan sesuatu yang mengejutkan.

Mereka menemukan 6 benda cokelat aneh di dalam perut kambing ini.

Istri Tran yang melihatnya, mengeluarkannya dengan hati-hati setiap benda aneh tersebut.

Menurut keterangan, benda itu memiliki ukuran dan berat yang beragam.

Paling besar memiliki berat sekitar 75 gram, kemudian paling kecil memiliki ukuran 40 gram.

Berat total enam butiran aneh ini sekitar 360 gram, setelah ditimbang keseluruhannya.

"Ketika saya menemukan benda ini dalam perut domba, saya tidak tahu apa itu," katanya.

"Saya telah memelihara domba selama 20 tahun, sudah menyembelih sekitar 6.000 domba, tetapi tidak pernah melihat benda ini," kata Tran.

Setelah melakukan pencarian di online, untuk menemukan informasi benda ini,Tran terkejut mengetahuinya.

Tran menemukan benda yang sama persis dengan yang ditemukan di perut domba ini ternyata bukan benda sembarangan.

Banyak toko online menjualnya dengan harga fantastis tergantung ukurannya.

Menurut apa yang dilihatnya, setiap butir tablet ini bisa bernilai sekitar 20.000 Yuan, atau sekitar Rp40 juta.

Sementara itu, ada yang menjual sekitar 7 tablet dengan harga fantastis mencapai 4.8 juta Yuan, atau sekitar Rp9 miliar.

Meski demikian, keluarga Tran tidak mengetahui apa nama benda itu, sehingga mereka membawanya ke ahli.

Para ahli kemudian mengecek keaslian benda itu, dan menemukan ini adalah benda berharga yang digunakan dalam pengobatan tradisional China.

Menurutnya benda ini terbentuk, setelah domba tak sengaja memakan sesuatu yang sulit dicerna sehingga membuatnya menumpuk hingga membentuk benda-benda ini.

Pekerja Selokan Mendadak Jadi Miliarder Setelah Tak Sengaja Temukan Gudang Emas

Seperti dilansir dari Historical Post, kisahnya terjadi pada tahun 1836, ketika seorang pekerja selokan secara tidak sengaja menemukan celah rahasia menuju gudang emas terbesar di dunia.

Pria tersebut tidak disebutkan namanya dan identitasnya tidak disebutkan hingga kini.
Namun, kisah tentang penemuan ini dikonfirmasi oleh pihak Bank of England, yang merupakan gudang emas terbesar di dunia yang terletak di London, Inggris.

Kisahnya bermula ketika pekerja selokan tersebut masuk ke dalam gorong-gorong bawah tanah di bawah kota London, tahun 1836.

Sebagai tukang selokan tugasnya adalah, memeriksa perbaikan rutin yang ada di dalam gorong-gorong.

Namun, ketika dia menyusuri seluruh gorong-gorong, pria itu menemukan celah rahasia yang tak pernah disangkanya.



Dia menemukan bahwa celah tersebut mengarah ke sumber kekayaan terbesar di kota tersebut, yang tak lain adalah gudang emas milik Bank of England.

Setelah itu, dengan baik hati tukang selokan ini mengirim surat kepada pihak bank tentang temuannya itu.

Direktur bank yang mengetahuinya, justru menganggapnya hanya lelucon dan mengabaikannya.

Namun, beberapa waktu kemudian, mereka menerima surat lain di mana penulis yang penuh teka-teki ini menawarkan untuk menemui mereka di dalam brankas emas utama.

Menurut Bank of England, direktur merasa penasaran, karena mereka merasa bahwa mustahil seseorang untuk masuk ke dalam ruang penyimpanan tanpa sepengetahuan mereka.

Setelah setuju untuk bertemu, mereka berkumpul dalam brankas seperti yang telah disepakati dan menunggunya.

Sangat mengejutkan, pria tersebut muncul dari bawah kaki mereka. Dia adalah seorang pekerja selokan yang mengerjakan perbaikan dekat Bank of England.

Dia menemukan celah tersebut selama pengerjaan rutin di gorong-gorong bawah tanah, Bank of England.

Hal itu merupakan pelanggaran utama, di mana seseorang bisa menerobos masuk ke dalam brankas rahasia yang dijaga sangat ketat.

Pihak bank terkejut mereka menemukan adanya lubang signifikan dalam gedung yang dibangun dengan tingkat keamanan yang sangat hati-hati.

Namun kabar baiknya adalah, tidak ada satupun emas yang hilang dari brankas tersebut, dan sebagai hadiah atas kejujuran pekerja selokan tersebut, dia diganjar hadiah sebesar 800 poundsterling atau setara 80.000 poundsterling pada saat ini (Rp1,4 miliar).

Kisah ini ditampilkan oleh situs web Bank of England, namun tidak ada arsip yang membuktikan cerita tersebut, serta tidak disebutkan nama pria pekerja selokan yang jujur tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel